Pendahuluan
Suatu hari ada sepasang sahabat yang memulai persahabatan mereka sejak
kelas 1 SMA. Saat itulah, tahap-tahap mereka memasuki dunia remaja.
Sepasang sahabat tersebut bernama Larasati dan salah seorang lagi
bernama Mutiara. Saat-saat memasuki masa remaja mereka mulai menyukai
seseorang. Larasati yang akrab dipanggil Laras ini, ternyata menyukai
seorang cowok teman sekelasnya yang bernama Alpha. Namun, mereka berbeda
agama. Laras adalah seorang muslim, sedangkan Alpha adalah seorang
nonmuslim. Hal itu, membuat Laras tidak dapat terlalu dekat atau pun
menyukai Alpha secara berlebihan. Laras hanya menjadikan Alpha sebagai
motivasinya agar rajin belajar. Karena sikap Laras yang terlalu dekat
dengan Alpha, akhirnya Mutiara yang lebih dikenal dengan Mutia
mengetahui bahwa Laras menyukai Alpha.
Namun, nasib Laras sungguh malang karena Alpha tak sedikitpun
memberikan respon apapun kepada Laras. Oleh karena itulah, Mutia sebagai
sahabat Laras ikut membantu Laras untuk mendapatkan respon dari Alpha.
Mutia pun memberikan saran kepada Laras untuk berpacaran dengan orang
lain, agar Alpha merasa cemburu. Laras pun akhirnya menuruti saran yang
di berikan oleh Mutia sahabatnya. Laras mulai mencoba melakukan
pendekatan dengan seorang cowok yang berasal dari kelas lain yang
ternyata juga menyukai Laras. Lelaki tersebut bernama Rangga. Tak berapa
lama setelah masa pendekatan akhirnya mereka pun berpacaran. Alpha yang
akhirnya mengetahui hal tersebut, hatinya hancur berkeping-keping.
Ternyata, Rangga adalah seorang Playboy dan memiliki pacar lain. Hal
tersebut membuat Laras shock dan sakit hati. Pada akhirnya merekapun
berpisah.
Tak terasa, mereka sudah kelas 3 dan mereka mulai merasakan masa-masa
persiapan untuk kelulusan. Saat itu juga, Alpha mulai menjadi perhatian
dengan Laras. Alpha pun menjadi semakin dekat dengan Laras. Namun,
mereka akhirnya berpisah ketika mereka telah lulus dari SMA. Laras
melanjutkan sekolahnya ke Jawa tepatnya di Malang. Sedangkan Alpha
melanjutkan sekolahnya di Samarinda.
. . . . . . . . . . .
Kelanjutan kisahnya :
Kini, Laras berusaha untuk melupakan Alpha. Dan fokus pada kuliahnya
saja. Laras masuk di sebuah kuliah di salah satu Universitas Kedokteran
terkenal di kota Malang. Orang tua Laras membiayai Laras untuk
melanjutkan sekolahnya di Universitas Kedokteran Malang, karena Orang
tua Laras ingin sekali melihat Laras menjadi seorang dokter terkenal
seperti ayahnya. Ayah Laras mengambil kota Malang sebagai tempat kuliah
agar dekat dengan keluarga Laras yang juga berada di kota Malang.
Hari-hari tanpa adanya Alpha terasa begitu sepi bagi Laras. Ia ingin
Alpha selalu ada di sampingnya dan menemaninya sepanjang hari. Namun,
apa boleh buat, mereka harus berpisah demi mencapai semua impian mereka.
Awalnya Laras merasa kesepian namun setelah terbiasa tanpa adanya
Alpha, Laras mulai sedikit bisa melewati hari-harinya sendirian. Laras
kini memiliki banyak teman dan sahabat baru. Bahkan, banyak lelaki yang
menyukai Laras.
Pada suatu hari, seorang laki-laki bernama Romi mendatangi Laras yang
sedang duduk di bawah pohon taman yang berada di kampusnya. Romi adalah
salah satu laki-laki yang di kenalnya di kampus. Romi akhir-akhir ini
memang begitu dekat dengan Laras. Dan ternyata Romi juga menyukai Laras.
Romi yang ketika itu duduk disebelah Laras, kemudian mengungkapkan
perasaan cintanya kepada Laras. Laras pun tersentak kaget mendengar
ungkapan perasaan yang dilontarkan oleh Romi. Laras menjadi bingung dan
tidak tahu harus berkata apa lagi. Laras tidak memiliki perasaan apapun
pada Romi. Ia hanya menganggap Romi sekedar teman dan tak lebih dari
itu. Akhirnya Laras pun menolak lelaki malang itu. Dan dengan bijakana
Romi pun menerima keputusan Laras yang begitu membuatnya kecewa. Sudah
banyak lelaki seperti Romi yang datang dan mengungkapkan perasaanya pada
Laras. Namun, tak ada satupun yang berhasil diterima oleh Laras.
Sebulan telah berlalu, Laras kembali ke Kalimantan untuk bertemu dengan
orang tuanya dan sekaligus untuk menghadiri acara reunian di SMAnya
dahulu. Sepulangnya Laras ke Kalimantan, dia langsung menuju rumah orang
tuanya. Betapa rindunya Laras dengan keluarga-keluarganya sehingga
membuat Laras menjadi tidak sabar bertemu dengan orang tuanya beserta
keluarga-keluarganya yang lain.
*****
Acara reunian dimulai esok hari, Laras menjadi tak sabar bertemu dengan
para sahabatnya terutama bertemu dengan Alpha. Ia pun membayangkan
wajah Alpha yang sudah lama ini belum dilihatnya. Ia pun mengelus-elus
foto terakhir Apha yang berhasil Ia dapat saat perpisahan sekolah.
Karena, terlalu lama membayangkan wajah Alpha. Ia pun akhirnya tertidur
sambil memegang foto Alpha ditangannya.
*****
Pagi itu, Laras bersiap-siap untuk pergi ke acara yang begitu
dinanti-nantinya. Dengan detak jantung yang berdebar kencang, Laras pun
akhirnya pergi ke acara tersebut. Degup jantung Laras semakin kencang
saat di perjalan menuju sekolah lamanya. Saat itu perasaan Laras
bercampur aduk dan tak karuan sambil mengendarai motor yang sudah lama
tak digunakannya. Karena, pikirannya yang tak karuan Laras hampir saja
menabrak seorang nenek yang sedang menyeberang jalan. “Begitu bodoh dan
payahnya diriku ini”, pikir Laras saat itu. Akhirnya, tibalah Laras di
sekolahnya dahulu. Tak ada satupun yang berubah dari sekolahnya dahulu,
masih sama seperti saat Ia masih menjadi murid di sekolah tersebut.
Hanya beberapa saja yang berubah dari sekolahnya tersebut. Ia pun
berharap, agar perasaan Alpha pada dirinya masih sama seperti dahulu dan
tidak ada satu pun hal yang berubah dari Alpha.
Dari kejauhan terdengar sebuah suara yang memanggil nama Laras. Laras
pun mencari dimana sumber suara tersebut. Dan ternyata orang yang
memanggilnya itu adalah sahabat lamanya yakni, Mutia. Mereka pun saling
bertanya kabar masing-masing, itulah hal yang wajar dilakukan seseorang
ketika bertemu dengan orang yang sudah lama tak bertemu. Tak sengaja
mata Laras tertuju pada seorang pria yang sangat dirindukannya saat itu.
Pria tersebut adalah Alpha. Alpha yang ternyata juga melihat Laras,
kemudian dengan segera menghampiri Laras.
Awalnya Laras dan Alpha saling diam tanpa ada satu kata yang keluar
dari mulut mereka berdua. Mungkin ada perasaan malu dalam diri mereka
sehingga mereka berdua menjadi salah tingkah segala. Akhirnya, Alpha pun
memulai percakapan dengan menanyakan kabar Laras. Laras pun menjawab
pertanyaan Alpha dengan apa adanya. Dan kemudian, Laras bertanya balik
tentang keadaan Alpha sekarang. Alpha pun menjawab pertanyaan Laras
dengan perasaan bahagia dalam dirinya karena dapat bertemu kembali
dengan orang yang begitu di cintainya.
Seusai acara tersebut, Alpha mengajak Laras ke suatu tempat yang sangat
indah. Tempat itu adalah tempat yang paling sering dikunjungi oleh
Alpha ketika Alpha sedang bahagia dan maupun sedang dalam keadaan sedih.
Ketika itu, tempat itu mereka namakan dengan tempat penuh kegembiraan.
Di tengah-tengah kebahagiaan Laras yang berada disamping Alpha, Alpha
mengatakan suatu hal yang selama ini belum diketahui oleh Laras. Hal itu
adalah tentang penyakit Alpha yang dideritanya sejak lama. Alpha
terkena kanker otak, dan dokter mengatakan bahwa hidupnya tidak lama
lagi mungkin Ia hanya bisa bertahan hidup selama satu minggu saja . Dan
apabila Ia masih diberi kesempatan oleh Tuhan maka Ia dapat bertahan
hidup lebih dari satu minggu. Laras tak sanggup lagi menahan tangisnya,
Ia tak mau kehilangan orang yang sangat disayangi tersebut. Tetes demi
tetes terus bercucuran hingga membasahi wajah Laras yang awalnya penuh
kebahagiaan itu. Alpha pun menghapus tetes air mata yang membasahi wajah
Laras. Alpha mencoba menenangkan isak tangis Laras. Alpha juga tak
ingin berpisah dengan Laras, gadis yang sangat disayanginya.
Malam itu, Laras pergi ke Masjid yang tak jauh dari rumahnya. Ia
menunaikakan ibadah shalat Maghribnya di Masjid tersebut. Ia ingin
berdoa agar Alpha dapat disembuhkan. Setelah, selesai menunaikan
ibadahnya dan berdoa, Laras pun kembali pulang ke rumahnya. Namun, Ia
melihat sesosok pria mengenakan pakaian muslim dan sangat mirip sekali
dengan Alpha. Namun, ciri-ciri orang tersebut sangat mirip sekali dengan
Alpha, tak mungkin ada orang yang begitu mirip sekali dengan Alpha,
tapi tak mungkin jika orang tersebut adalah Alpha. Tanpa pikir panjang
Laras langsung memanggil orang tersebut dengan nama Alpha. Dan ternyata
orang tersebut menoleh dan melihat kearah Laras. Laras pun segera
mendekati orang tersebut. Dan tak salah lagi dia adalah Alpha. Alpha
kemudian menyapa Laras yang terlihat kebingungan melihatnya. Laras pun
bertanya kepada Alpha tentang keberadaan Alpha yang berada di Masjid dan
mengenakan pakaian muslim. Alpha kemudian menceritakan segalanya pada
Laras.
Alpha kini berpindah agama, walau awalnya sempat ditentang oleh
keluarganya. Alpha tetap berusaha untuk meyakinkan keluarganya. Dan
akhirnya Alpha pun berhasil menjalani hidup barunya didalam ajaran
Islam. Ia berkata, bahwa Ia merasakan ketenangan disaat Ia masuk Islam.
*****
Keesokan harinya, Alpha mengajak Laras ke tempat yang penuh
kegembiaraan itu. Alpha seakan-akan ingin menghabiskan waktunya bersama
Laras. Walaupun Laras merasa bahagia, tapi Laras merasa bahwa
detik-detik itu telah semakin dekat. Alpha menatap wajah Laras dengan
tatapan yang seakan-akan ingin pergi jauh dan tak kembali.
Ketika hari mulai sore Alpha mengantarkan Laras pulang ke rumahnya.
Sesampainya dirumah, perasaan Laras menjadi gelisah seperti akan ada
sesuatu yang terjadi. Perasaan Laras menjadi semakin gelisah dan
semakin tak karuan ketika Ia mendapati figura foto Alpha yang dipajang
dikamarnya tersebut tergelatak jatuh dan pecah dilantainya. Ia tak tahu
apa yang akan terjadi sebenarnya.
Tiba-tiba handphone Laras berdering dengan kerasnya. Ternyata yang
memanggil adalah Mutia. Mutia mengabarkan bahwa ketika Ia sedang
menjenguk saudaranya di rumah sakit, Mutia melihat seorang pria
terbaring lemah dan sedang di bawa ke ruang UGD. Dan pria tersebut
adalah Alpha. Laras pun tersentak kaget mendengar kabar tersebut. Ia pun
segera pergi ke rumah sakit tersebut.
Setibanya di rumah sakit, Laras menemui Mutia dan kemudian bersama-sama
mendatangi ruang UGD. Dan ternyata Alpha sudah dipindahkan ke ruang
ICU. Sesampainya di depan ruang ICU. Banyak sekali keluarga Alpha yang
menunggu dokter keluar memberikan keterangan tentang Alpha. Akhirnya
dokter yang mereka tunggu-tunggu pun keluar dan memberikan kabar tentang
Alpha. Dokter kemudian meminta agar orang yang bernama Laras untuk
masuk ke ruangan Alpha. Karena, Alpha yang tak sadarkan diri terus
menerus memanggil nama Laras.
Laras pun memasuki ruangan Alpha. Setelah melihat Alpha yang tak
sadarkan diri memanggil-manggil namanya, Laras dengan perasaan tak ingin
kehilangan pun memeluk Alpha seolah-olah tak ingin Alpha
meninggalkannya. Namun, tiba-tiba keadaan Alpha menurun. Laras segera
memanggil dokter, disaat itu Alpha tersadar dan memegang erat tangan
Laras. Alpha meminta agar Laras memanggil semua keluarganya masuk ke
ruangan tersebut.
Detik-detik itu begitu dekat, Alpha mulai menyampaikan pesan-pesannya
kepada semua keluarganya dan yang terakhir Ia memberi pesan kepada
Laras. Ia juga memberikan sebuah kalung yang selama ini ingin
diberikannya kepada Laras. Alpha meminta agar Laras selalu menggunakan
kalung tersebut. Dan kemudian, Alpha meminta maaf kepada semua orang
atas kesalahan yang pernah dilakukannya. Perlahan-lahan denyut nadi
Alpha melemah hingga akhirnya berakhir.
Semua pun meneteskan air matanya, kini tak ada lagi Alpha yang dapat
mengisi hari-hari Laras. Manusia tersebut telah pergi dari muka bumi
ini.
*****
Seminggu setelah kepergian Alpha, Laras kembali ke Malang untuk
melanjutkan kuliahnya yang sempat tertunda. Mata Laras masih terlihat
bengkak karena tangis demi tangis ketika mengingat Alpha. Teman-temannya
yang mengetahui hal tersebut juga berusaha untuk mengingatkan Laras
agar tetap semangat menjalani hidupnya tanpa ada Alpha. Namun, Laras
tetap meneteskan air matanya.
Pada sore hari, Laras pergi ke taman yang tidak jauh dari rumahnya. Ia
duduk di sebuah kursi dengan air matanya yang selalu berlinang.
Tiba-tiba ada seorang pria yang datang menghampirinya dan memberikannya
sepucuk sapu tangan untuk menghapus air matanya. Pria tersebut merasa
sangat kasihan pada Laras, karena Ia melihat Laras seperti sedang
mengalami kesedihan yang amat mendalam. Pria tersebut kemudian duduk di
samping Laras. Kemudian, pria tersebut memperkenalkan namanya pada
Laras. Nama pria itu adalah Aditya. Kemudian, pria itu menanyakan
identitas Laras. Tapi, tak ada satu jawaban yang diberikan Laras. Aditya
pun memaklumi sikap Laras yang sepertinya tidak memperdulikan
keberadaan Aditya di sampingnya. Laras terus menangis sambil memegangi
sapu tangan yang diberikan oleh Aditya.
Saat Laras kembali ke rumahnya, Aditya terus mengikuti Laras dari
belakang. Aditya semakin penasaran dengan Laras. Akhirnya Aditya
mencari informasi demi informasi untuk menutupi rasa penasarannya.
Setiap hari, Aditya selalu pergi ke taman untuk melihat Laras yang
biasanya duduk di kursi dekat air mancur di taman tersebut. Aditya juga
memberanikan dirinya untuk mengunjungi rumah Laras untuk mencari
informasi yang lebih lengkap. Saat Aditya datang ke rumah Laras, Laras
tidak sedang berada di rumah. Dan itu menjadi kesempatan baginya untuk
bertanya sepuas-puasnya pada keluarga Laras yang saat itu berada di
rumah.
Akhirnya, usahanya selama ini membuahkan hasil. Aditya mendapatkan
banyak infomasi tentang gadis yang sedang dilanda kesedihan tersebut.
Aditya juga mendapatkan tugas dari keluarga Laras untuk membangkitkan
semangat Laras dan mengembalikan Laras seperti semula.
Aditya pun berusaha untuk mendekati Laras dan berusaha semampunya untuk
membuat Laras bahagia. Dan, pada akhirnya Aditya menjadi suka dan
sayang pada Laras. Laras yang selalu diselimuti kesedihan pun akhirnya
merasa hidup kembali setelah adanya Aditya. Laras merasakan kehangatan
dan kenyamanan saat berada disamping Aditya. Kehangatan dan kenyamanan
itulah yang pernah dirasakannya saat masih bersama Alpha.
Pada suatu hari, Aditya mengungkapkan perasaanya yang sesungguhnya pada
Laras. Dan suatu keajaiban, Laras pun menerima pernyataan cinta Aditya.
Karena Ia merasa Aditya adalah orang yang setia sama seperti Alpha.
Akhirnya hubungan mereka pun terjalin begitu indah. Hingga pada akhirnya
Aditya melamar Laras sebagai pendamping hidupnya. Laras dan orang
tuanya pun setuju. Hingga diadakanlah pernikahan mereka.
Mereka pun hidup dengan bahagia dan penuh kasih sayang. Mereka pun
dikaruniai satu orang anak laki-laki yang mereka beri nama Alpha Aditya.
===SEKIAN===
Tidak ada komentar:
Posting Komentar