Selasa, 04 September 2012

Sejarah....


                1. Latar Belakang Pembentukan BPUPKI
v  Pada tahun 1944 Saipan jatuh ke tangan Sekutu.
v  Pasukan Jepang di Papua Nugini, Kepulauan Solomon dan Kepulauan Marshall, dipukul mundur oleh pasukan Sekutu.
v  Seluruh garis pertahanan Jepang di Pasifik sudah hancur dan bayang-bayang kekalahan Jepang mulai nampak.
v  Jepang mengalami serangan udara di kota Ambon, Makasar, Menado dan Surabaya. Pasukan Sekutu telah mendarat di daerah-daerah minyak seperti Tarakan dan Balikpapan
Pembentukan BPUPKI  Oleh Letjen Kumakici Harada (1 Maret 1945)
v  Pada tanggal 1 Maret 1945 Letnan Jendral Kumakici Harada, mengumumkan pembentukan BPUPKI (Dokuritsu Junbi Cosakai)
v  Tujuan BPUPKI : untuk menyelidiki hal-hal penting menyangkut pembentukan negara Indonesia merdeka.
v  KETUA : dr. K.R.T. Radjiman Wediodiningrat
v  Ketua Muda (Fuku Kaico) pertama : Icibangase.
v  Kepala Sekretariat : R.P. Suroso dibantu oleh Toyohito Masuda dan Mr. A.G. Pringgodigdo. Peresmian BPUPKI dilaksanakan pada tanggal 28 Mei 1945 bertempat di gedung Cuo Sangi In, Jalan Pejambon, Jakarta. Dihadiri pula oleh dua pejabat Jepang, yaitu : Jenderal Itagaki (Panglima Tentara Ketujuh yang bermarkas di Singapura dan Letnan Jenderal Nagano (Panglima Tentara Keenambelas yang baru). Dikibarkan  bendera Jepang, Hinomaru oleh Mr. A.G. Pringgodigdo yang disusul dengan pengibaran bendera Sang Merah Putih oleh Toyohiko Masu
 Sidang-Sidang BPUPKI
v  Sidang BPUPKI berlangsung dari tanggal 29 Mei-1 Juni 1945.
v  Membahas tentang Dasar dan falsafah negara yang kemudian dikenal dengan Pancasila.
v  Tokoh-tokoh yang mengusulkan Dasar Negara antara lain :
v        1.Mr.Muh.Yamin
v        2.Prof.Dr.Supomo
v        3.Ir.Sukarno


·         Usulan Mr.Muh.Yamin (29 Mei 1945)
1.Peri Kebangsaan
2.Peri Kemanusiaan
3.Peri Ketuhanan
4.Peri Kerakyatan
5.Kesejahteraan rakyat
·         Usulan Prof.Dr.Supomo (31 Mei 1945)
1.Persatuan
2.Kekeluargaan
3.Mufakat dan Demokrasi
4.Musyawarah
5.Keadilan Sosial
·         Usulan Ir.Sukarno (1 juni 1945)
1.Kebangsaan Indonesia
2.Internasionalisme atau
   Perikemanusiaan
3.Mufakat atau Demokrasi
4.Kesejahteraan Sosial
5.Ketuhanan Yang Maha Esa
·         Panitia sembilan
Pada tanggal 22 Juni 1945 Panitia Sembilan  yang terdiri dari:( berhasil membentuk Piagam Jakarta )
   1.Ir.Sukarno
   2.Drs.Moh.Hatta
   3.Mr.Moh.Yamin
   4.Mr.Ahmad Subarjo
   5.Mr.AA.Maramis
   6.Abdul Kahar Muzakar
   7.Wachid Hasyim
   8.H.Agus Salim
   9.Abikusno Cokrosujoso
 
Isi Piagam Jakarta ;
1.Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat islam bagi pemeluknya.
2.Kemanusiaan Yang adil dan beradab
3.persatuan indonesia
4.Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.
5.Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
·         Rancangan UUD
 Pada tanggal 10 juli 1945 dibahas Rencana UUD, termasuk soal pembukaannya oleh sebuah panitia perancang UUD dangan suara bulat menyetujui isi prembule (pembukaan) yang di ambil dari piagam jakarta. Hasil perumusan panitia kecil ini kemudian di sempurnakan bahasanya oleh panitia penghalus bahasa yang terdiri dari Husein Djaja diningrat , H. Agus salaim, dan Prof . Dr. Mr . Soetomo
persidangan ke2 BPUPKI di laksanakan pada tanggal 14 juli 1945 dalam rangka menerima laporan panitia perancang UUD. Ir. Soekarno selaku ketui penitia melaporkan 3 hasil yaitu :
1) Pernyataan indonesia merdeka
2) Pembukaan UUD
3) UUD (batang tubuh )
Pembentukan PPKI
Jepang menyerah syarat kepada Sekutu setelah kota Hirosima dan Nagasaki di bom atom pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945. Setelah tugas BPUPKI selesai, BPUPKI dibubarkan. Sebagai gantinya pada tanggal 7 Agustus 1945 dibentuk Dokuritsu Junbi Inkai atau Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). PPKI diketuai oleh Ir. Soekarno dan wakilnya Drs. Moh. Hatta. Sedang sebagai penasihatnya adalah Mr. Ahmad Subarjo. Tugas PPKI adalah mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan bagi pendirian negara dan pemerintahan RI
Pada tanggal 9 Agustus 1945. Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan dr. Radjiman Wediodiningrat dipanggil oleh Jenderal Terauchi ke Dalath (Vietnam Selatan). Pada pertemuan tersebut, Jenderal Besar Terauchi menyampaikan bahwa pemerintah kemaharajaan Jepang telah memutuskan untuk memberi kemerdekaan kepada bangsa Indonesia. Untuk melaksanakannya telah dibentuk PPKI. Pelaksanaannya dapat dilakukan segera setelah persiapan selesai. Wilayah Indonesia akan meliputi seluruh bekas wilayah Hindia Belanda.
PPKI telah selesai melaksanakan tugasnya pada tanggal 22 Agustus 1945, namun baru dibubarkan pada tanggal 29 Agustus 1945 bersamaan dengan pelantikan anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP).
Peristiwa Rengasdengklok
Golongan tua terdiri dari Bung Karno, Bung Hatta, Ahmad Soebarjo, Dr. Rajiman , Mr. Muh Yamin, Ki hajar deantara, K. H. Mansyur , dr. Buntara , Mr. Iwan kususmasumantri. Pada tanggal 16 Agustus 1945 Bung Karno dan Bung Hatta diculik oleh golongan muda dibawa ke Rengasdengklok. Tujuan mereka adalah mengamankan tokoh bangsa dari pengaruh Jepang. Mereka meyakinkan Soekarno bahwa jepang telah menyerah. Di Jakarta, golongan muda, Wikana dan golongan tua, yaitu Mr. Ahmad Soebardjo melakukan perundingan. Mr. Ahmad Soebardjo menyetujui untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia di Jakarta. Kemudian Yusuf Kunto diutus untuk mengantar Ahmad Soebardjo ke Rengasdengklok. Mereka menjemput Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta kembali ke Jakarta. Mr. Ahmad Subardjo berhasil meyakinkan para pemuda untuk tidak terburu-buru memproklamasikan kemerdekaan
Setelah tiba di Jakarta, mereka langsung menuju ke rumah Laksamana Maeda di Jl. Imam Bonjol No. 1 yang diperkirakan aman dari Jepang. Sekitar 15 pemuda menuntut Soekarno segera memproklamasikan kemerdekaan pada 16 Agustus. Setelah itu, mereka bermalam di kediaman Laksamana Maeda. Pada pukul 02.00 WIB malam itu diadakan rapat PPKI yang dipimpin oleh Bung Karno bertempat di kediaman Laksamana Muda Tadashi Maeda di Jl. Imam Bonjol No.1 Jakarta untuk merumuskan teks proklamasi dan membicarakan persiapan kemerdekaan
Perumusan Teks Proklamasi
Sekitar pukul 21.00 WIB Soekarno Hatta sudah sampai di Jakarta dan langsung menuju ke rumah Laksamana Muda Maeda, Jalan Imam Bonjol No. 1 Jakarta untuk menyusun teks proklamasi. Dalam kondisi demikian, peran Laksamana Maeda cukup penting. Pada saat-saat yang genting, Maeda menunjukkan kebesaran moralnya, bahwa kemerdekaan merupakan aspirasi alamiah dan hak dari setiap bangsa, termasuk bangsa Indonesia. Berikut ini tokoh-tokoh yang terlibat secara langsung dalam perumusan teks proklamasi
  • Penyusun naskah Proklamasi adalah Ir.Soekarno ,Drs.Moh.Hatta  dan Ahmad Soebarjo.Sementara Sukarni,Sudiro dan B.M Diah hanya menyaksikan saja.Setelah naskah proklamasi selesai dirumuskan pada pukul 04.00 WIB.
  • Selanjutnya Soekarno meminta Sayuti Melik untuk mengetik naskah itu berdasarkan tulisan tangan Soekarno disertai dengan perubahan-perubahan yang telah disetujui.
Detik-Detik Proklamasi
  • Sesuai janji Ahmad Soebarjo, esok harinya Jumat 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta, diadakan upacara bendera dan pembacaan teks proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Tepat pukul 10.00 WIB Ir. Soekarno berpidato singkat dan membacakan teks proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Acara selanjutnya upacara pengibaran bendera sang merah putih oleh S. Suhud dan Latief Hendraningrat yang diiringi dengan lagu Indonesia Raya. Bendera tersebut dijahit oleh Ibu Fatmawati Soekarno. Tokoh yang hadir di antaranya adalah Ki Hajar Dewantara, Dr. Moewardi, A.A. Maramis, A.G. Pringgodigito dan tokoh-tokoh dari PPKI maupun para pemuda. Pada saat itu yang hadir lebih dari seribu orang. Guna mengenang jasanya maka Ir. Soekarno dan Moh. Hatta dijuluki sebagai pahlawan proklamator Indonesia.
  • Pada bulan puasa hari Jumat, 17 Agustus ‘45 tepat pukul 10.00 WIB,Ir.Soekarno membacakan naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia didampingi Moh.Hatta dan tokoh pejuang kemerdekaan lainnya.
Peristiwa proklamasi kemerdekaan hanya berlangsung dengan sederhana selama kurang lebih 1 jam.Tetapi peristiwa itu membawa perubahan yang sangat luar biasa dalam kehidupan bangsa Indonesia.Peristiwa proklamasi kemerdekaan mempunyai makna sebagai berikut :
a)      Merupakan titik puncak perjuangan bangsa Indonesia mencapai kemerdekaan.
b)      Indonesia terlepas dari belenggu penjajahan asing.
c)       Lahirnya negara Indonesia.
Penyebaran Berita  Proklamasi
Berita proklamasi disebarkan ke seluruh Indonesia. Pagi hari itu juga, teks proklamsi telah sampai di tangan Kepala Bagian Radio dari Kantor Berita Domei, Waidan B. PalenewenBerita proklamasi juga disiarkan lewat pers dan surat selebaran. Hampir seluruh harian di Jawa dalam penerbitannya tanggal 20 Agustus 1945 memuat berita proklamasi dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia





 









1.Proses lahirnya Orde Baru
Pemerintahan Orde Baru lahir secara situasional setelah peristiwa Gerakan 30 September 1956/ PKI. Lahirnya Orde Baru ada beberapa versi antara lain:
a.Berdasarkan versi pemerintahan Orde Baru di tandai oleh keluarnya Supersemar(Surat Perintah Sebelas Maret 1966).
b.Lahirnya Orde Baru pada tanggal 10 Januari 1966 bersamaan dengan tercetusnya Tritura. (Tri/Tiga Tuntutan Rakyat) ialah tuntutan dari para mahasiswa yang mengadakan demonstrasi terhadap pemerintahan Presiden Soekarno.
c.Orde baru lahir pada tanggal 23 Februari 1967 , sejak peristiwa penyerahan kekuasaan dari presiden Sukarno kepada Jenderal Suharto selaku pengembang Supersemar.
2.Landasan kehidupan Orde Baru
Orde baru adalah suatu tatanan kehidupan rakyat, bangsa dan yang diletakkan pada kemurnian pelaksanaan Pancasila dan UUD 1945 . Untuk mewujudkan taatanan kehidupan , maka pemerintahan Orde Baru mempunyai landasan:
a.Landasan idiil Pancasi
b.Landasan konstitusional UUD 1945
3. Perkembangan Ekonomi Pada Masa Orde Baru
Kebijakan perekonomian pada masa Orde Baru sebenarnya telah dirumuskan pada sidang MPRS tahun 1966. Pada sidang tersebut telah dikeluarkan Tap. MPRS No.XXIII/MPRS/1966 tentang pembaruan kebijakan landasan ekonomi, keuangan, dan pembangunan. Tujuan dikeluarkan keterapan tersebut adalah untuk mengatasi krisis dan kemerosotan ekonomi yang melanda negara Indonesia sejak tahun 1955.
Berdasarkan ketetapan tersebut, Presiden Suharto mempersiapkan perekonomian Indonesia sebagai berikut:
a.Mengeluarkan Peraturan 3 Oktober 1966, tentang pokok-pokok regulasi.
b.Mengeluarkan Peraturan 10 Pebruari 1967, tentang harga dan tarif
c.Peraturan 28 Juli 1967 , tentang pajak usaha serta ekspor Indonesia
d.UU No. 1 Tahun 1967 , tentang Penanaman Modal Asing.
e.UU No. 13 Tahun 1967, tentang Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja( RAPBN).
Orde Baru adalah sebutan bagi masa pemerintahan Presiden Soeharto di Indonesia. Orde Baru menggantikan Orde Lama yang merujuk kepada era pemerintahan Soekarno.

Orde Baru berlangsung dari tahun 1968 hingga 1998. Dalam jangka waktu tersebut, ekonomi Indonesia berkembang pesat meski hal ini dibarengi praktek korupsi yang merajalela di negara ini. Selain itu, kesenjangan antara rakyat yang kaya dan miskin juga semakin melebar.

       Kelebihan sistem Pemerintahan
1. perkembangan GDP per kapita Indonesia yang pada tahun 1968 hanya AS$70 dan pada 1996 telah mencapai lebih dari AS$1.000
2. sukses transmigrasi
3. sukses KB
4. sukses memerangi buta huruf
       Kekurangan Sistem Pemerintahan Orde Baru
1. semaraknya korupsi, kolusi, nepotisme
2. pembangunan Indonesia yang tidak merata
3. bertambahnya kesenjangan sosial (perbedaan pendapatan yang tidak merata bagi si kaya dan si miskin)
4. kritik dibungkam dan oposisi diharamkan
5. kebebasan pers sangat terbatas, diwarnai oleh banyak koran dan majalah yang dibreidel
       Kebijakan dalam Negeri
Perkembangan industri pertanian dan nonpertanian telah membawa hasil yang cukup mengembirakan. Hasil – hasilnya telah dapat dirasakan dan dinikmati saat itu oleh masyarakat Indonesia antara lain sebagai berikut:
  1. Swasembada Beras
       Sektor  pertanian harus di bangun lebih dahulu sektor ini harus ditingkatkan produktivitasnya,bertumpu pada sektor pertanian yang makin tangguh itulah, kemudian dibangun sektor- sektor lainnya. Pemerintah membangun berbagai prasarana pertanian, seperti irigasi dan perhubungan, cara- cara bertani dan teknologi pertanian yang baru diajarkan dan disebarluaskan kepada para petani melalui kegiatan penyuluhan , penyediaan pupuk dengan membangun pabrik- pabrik pupuk.
B. Kesejahteraan Penduduk
     Strategi ini dilaksanakan secara konsekuen dalam setiap Reptilia. Dengan strategi ini pemerintah telah berhasil mengurangi kemiskinan ditanah air. Hasilnya jumlah penduduk miskin berkurang. Pada tahun 1970 ada  60 orang diantaranya hidup miskin dari setiap 100 orang penduduk. Penduduk Indonesia yang miskin semakin berkurang dari tahun- ketahun. Prestasi ini membuat rasa percaya diri bangsa Indonesia bertambah tebal.
c. Perubahan Struktur Ekonomi
     Berdasarkan amanat GBHN1983 dengan kebijakan pemerintah dalam pembangunan telah terjadi perubahan struktur ekonomi. Pada saat ini Indonesia mulai membangun(1969),peranan sektor pertanian dalam Produk Domestik Bruto(PDB) secara presentase adalah 49,3%. Sektor industri pengolahan 4,7%,bangunan 2,8%,perdagangan dan jasa 30,7%. 
Pada tahun 1990, sektor industri pengolahan meningkat mencapai 19,3%. Perdagangan , hotel, dan restoran mencapai 16,1%, sedangkan jasa mencapai 3,4%.
d.Perubahan Struktur Lapangan Kerja
    Selama periode tahun 1971 sampai dengan 1988 pertumbuhan tenaga kerja diluar sektor pertanian lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan sektor pertanian. Perubahan struktur tenaga kerja telah membawa dampak terhadap cara hidup dan kebutuhan hidup keluarga.
e. Perkembangan Investasi
     kebijakan deregulasi daan debirokratisasi yang senantiasa dilakukan pemerintah diberbagai sektor ekonomi serta ditunjang adanya sarana infrastruktur yang makin bertambah baik di daerah- daerah, akan membawa iklim segar bagi investor baik dari dalam maupun luar negeri.
f. Perkembangan Ekspor
     Perkembangan investasi (PMDN dan PMA) membawadampak terhadap produk yang dihasilkan . Produk yang dihasilkan tidak hanya ditujukan dalam negeri, tetapi lebih banyak ditujukan untuk ekspor (pasaran luar negeri). Jenis barang yang dihasilkan  industri dalam negeri setiap tahun menunjukkan peningkatan baik jenis atau nilai ekspor dapat dilihat perkembangannya.
     Sejak Reptilia 1, penerimaan dalam negeri yang bersumber dari penerimaan nonmigasjauh lebih tinggi daripada penerimaan nonmigas.namun saat ini terjadi krisis ekonomi yang melanda dunia di tahun 1980, maka hal tersebut telah berdampak negatif terhad tingkat harga minyak bumi dipasaran dunia.
     Dalam memperbaiki  keadaan ekonomi dan keuangan negara, menteri keuangan RI pada tanggal 12 september 1986, telah mengambil tindakan devaluasi rupiah terhadap nilai mata uang asing dan segera mengubah struktur penerimaan dalam negeri dari ketergantungan pada penerimaan migas beralih kepada penerimaan nonmigas.
     Dengan demikian, barang- barang  ekspor nonmigas Indonesia akan mempunyai daya saing lebih kuat dipasaran Internasional. Untuk meningkatkan penerimaan dalam negeri dari sektor nonmigas, pemerintah telah mengambil langkah- langkah khusus untuk menaikkan penerimaan dari ekspor nonmigas, seperti kebijakan deregulasi dan debirokratisasi.
g. Laju Pertumbuhan Ekonomi
      Laju pertumbuhan ekonomi Produk Domestik Regional Bruto(PDRB) telah mendorong laju pertumbuhan ekonomi secara nasional yang diukur dengan Produk Domestik Bruto(PDB). Tinggkat pertumbuhan PDB selama periode 1969- 1989 yang diukur atas dasar harga yang berlaku maupun menurut harga konstan menunjukkan adanya peningkatan. Sejak tahun 1969 sampai dengan tahun 1983 merupakn tahun terakhir Pelita III, tingkat rata- rata pertumbuhannya sebesar 7,2% pertahun. Selanjutnya, tingkat rata- rata pertumbuhan ekonomi selama Pelita IV yang diukur  dengan PDB tahun 1983 sebesar 5,2%pertahun.
Berarti lebih tinggi daripada rata- rata laju pertumbuhan ekonomi pertahun yang direncanakan dalam reptilia IV sebesar 5,0%. Dalam tahun berikutnya menunjukkan laju pertumbuhan adalah tahun 1991 sebesar 6,8%, tahun 1992 : 6,3% , dan tahun 1993 merupakan tahun terakhir    pelaksanaan Pelita V sebesar 6,0% . Jadi, pertumbuhan ekonomi pelita V rata- rata 6,9% pertahun.
       Reptilia VI (1994/1995-1998/1999) yang merupakan tahapan pembangunan lima tahun pertama dalam periode 25 tahun kedua pembangunan Jangka Panjang (PJPII), pertumbuhan ekonomi yang direncanakan dalam Reptilia VI adalah rata- rata 6,2% pertahun.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar